Selasa, 08 November 2011

Lembah Keramat


Malaikat membuka amanat kiamat dalam kumandang ayat
disebuah lembah keramat tak beralamat
bangkai raga atau mayat mayat berserak
menjaga dendam kesumat mengakhiri hayat
menggumam siapa dilaknat dan terlaknat
Aroma anyir darah padat menyengat
luka luka menganga
teriakan menyayat
kalimat taubat mendengung kuat
Tapi mangkat adalah waktu singkat
duka menaburi duka
luka menangisi luka
luruhkan ego, bersikukuh angkuh
tinggalkan hingar bingar bumi tak bertanya harkat
tanah yang terangkat, membelah menelan
tanah yang hancur terpanggang bara
Matahari mengusung bakar memanggul gusar
langit mendekat mencakar terbangkan ruh ruh
yang enggan tinggalkan raga yang membusuk…..
Bumi bulat pepat tak lagi memilih poros meminang waktu
Bulan tak lagi memilih malam tuk singgah
lembah keramat hanyalah bayang bayang tempat kita menunggu kedahsyatan kiamat….
lalu kita kita bungkam menunggu semua laku bicara lantang bersaksi ..

Jumat, 08 Juli 2011

Jadilah Pecinta Alam Sejati

Jadilah pecinta alam sejati, selama ini sering kita dengar semboyan - semboyan dan seru - seruan, agar kita menjadi pecinta alam yang tidak hanya lambang. Tetapi pada masa ini sulit menemukan sosok yang tak hanya menjadi lambang pameo pecinta alamnya. Cobalah suatu saat, dengarkan sebuah lagu dari Rita Ruby Hartland, yang di tulis oleh Yan Hartland, kakaknya, yang berisikan kritikan bagi orang - orang yang mengaku pecinta alam, namun tidak mengerti maknanya. Selayaknya vandalisme yang sedang berwisata di alam.




KEPADA ALAM DAN PENCINTANYA

Pendaki gunung sahabat alam sejati
Jaketmu penuh lambang
Lambang kegagahan
Memproklamirkan dirimu pencinta alam

Sementara maknanya belum kau miliki
Ketika aku daki dari gunung ke gunung
Di sana kutemui kejanggalan makna
Banyak pepohonan merintih keperihan
Dikuliti pisaumu yang tak pernah diam

Batu-batu cadas merintih kesakitan
Ditikam belatimu yang tak pernah ayal
Hanya untuk mengumumkan pada khalayak
Bahwa disana ada kibar benderamu

Oh alam… korban keakuan
Oh alam.. korban keangkuhan
Maafkan mereka yang tak mau mengerti
Arti kehidupan…

Coba renungkan, berapa ratus kilometer perjalanan kita, dan berapa ton sampah yang kita tinggalkan di alam sana dan tercecer di gunung - gunung nan megah di Indonesia? Entah berapa ribu pohon dan batu yang menangis tersayat tulisan - tulisan vandalisme. Bahkan di kedalaman gua pun tangisan mereka terdengar keras. Laut - laut yang biru, sungai - sungai yang jernih. Kini keruh dan kotor.

Wahai sahabat alam, marilah renungkan perjalanan kita. Sudahkah kita membuat alam tersenyum karena cinta kita?

Leave Nothing but Footprints, Take Nothing but Picture, Kill Nothing but Time

Sabtu, 02 Juli 2011

Mendatangi Pelayan Setan

Kebutuhan kita untuk lebih mengerti tentang tauhid, haruslah di barengi dengan mengenal lebih jauh, manakah jalan - jalan kesyirikan. Sebab dengan hal itu, kita akan lebih mudah mengetahui, mana yang benar dan mana yang salah, mana yang kawan dan mana yang menjadi lawan. Kita bisa memahami yang tauhid, jika kita paham yang syirik. Dan nantinya kita tak jatuh pada hal yang syirik tersebut.

Hal ini selaras dengan perkataan Hudzaifah bin al Yaman rodhiyallohu ‘anhu, "Orang - orang bertanya kepada Rasulullah tentang kebaikan sedangkan aku bertanya kepada Rasulullah tentang keburukan, karena aku takut keburukan tersebut menimpaku." ( HR. Bukhori )

Musibah yang menimpa umat ini salah satunya adalah kejahilan tentang hakekat tauhid dan syirik. Sehingga sangat dimungkinkan umat ini akan terjerumus ke dalam perbuatan syirik tanpa sadar bahwa dia telah melakukan perbuatan yang merupakan larangan Allah Swt yang terbesar tersebut. Maka sungguh sangat penting bagi kita untuk mempelajari tauhid dan rinciannya dan mempelajari syirik dan rinciannya supaya kita selamat dari musibah tersebut.
Menjamurnya Dukun alias Paranormal

Kemajuan peradaban manusia seringkali diukur dengan kemajuan teknologi dan semakin lepasnya masyarakat dari praktek - praktek berbau tahayul. Namun begitu, di zaman sekarang ini praktek perdukunan benar-benar menjamur bak cendawan di musim penghujan. Padahal hal ini merupakan salah satu dampak ketidaktahuan terhadap syirik dan perinciannya. Dunia perdukunan, dunia paranormal, dunia tukang ramal dan yang semisalnya sangat digemari di negeri kita ini. Sehingga kita lihat banyak sekali orang yang berprofesi sebagai paranormal atau tukang ramal. Kacaunya banyak masyarakat kita yang mempercayai mereka, tak peduli tua atau muda dan tidak melihat kaya atau miskin.

Mereka yang aktif mendatangi dukun ternyata bukan cuma orang yang mencari pesugihan. Kita sering menjumpai apabila seseorang hendak menikahkan anaknya, maka ia akan datang kepada dukun dan bertanya kapankah hari pernikahan yang cocok. Contoh lainnya, jika mau membangun rumah atau bangunan mesti mendatangkan dukun. Orang yang mau tes ke perguruan tinggi datangnya juga kepada dukun, orang yang mau tes masuk jadi polisi datang kepada dukun bahkan orang yang mau mencalonkan diri jadi pejabat pun tak mau kalah datang ke dukun. Ketika ada orang yang kehilangan barang maka datangnya kepada dukun. Padahal semua perbuatan tersebut menjadikan seseorang bergantung kepada selain Allah Swt yang hal tersebut mengurangi ketauhidan, seseorang bahkan dapat menjadikan seseorang melakukan syirik akbar yang mengeluarkan pelakunya dari Islam.
Jika ada yang bertanya, “Kenapa disamakan antara dukun dan paranormal, bukankah istilah paranormal itu berbeda dengan dukun?” Maka dijawab: Hakekat keduanya sama, dan perubahan nama tidak akan merubah hakekat. Seperti halnya khomr, maka walaupun namanya diubah menjadi minuman penyegar atau minuman kenikmatan, bir, whiski atau kemasan nama halus yang lain maka kita tetap menganggapnya haram, karena hakekatnya adalah khomr.


Hanya Allah Swt yang Tahu Segala Sesuatu yang Ghoib

Tukang ramal atau paranormal biasanya mengaku tahu sesuatu yang ghaib, padahal Allah Swt menjelaskan bahwa yang mengetahuinya hanya Dia. Allah Swt berfirman yang artinya, “Dia adalah Rabb yang mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorang pun tentang ghaib tersebut.” ( Al Jin: 26 ). Dan Allah Swt hanya memberitahukan ilmu ghaib tersebut hanya kepada orang - orang yang diridhoi - Nya yaitu para Rosul, sebagaimana firman Allah Swt yang artinya, "Ilmu tentang yang ghaib tidak ditampakkan kepada seorang pun kecuali orang - orang yang Allah Swt ridhoi diantara para rosul." ( Al Jin: 27 )

Pada ayat di atas dapat diketahui bahwa hanya para Rosul sajalah yang diberi tahu oleh Allah Swt tentang ilmu ghaib. Dan itupun hanya sebagian yang teramat kecil saja dari seluruh Ilmu Allah Swt. Maka barang siapa yang mengaku dia mengetahui perkara yang ghaib maka dia telah mendustakan al Qur’an dan barang siapa mendustakan al Qur’an meskipun hanya satu ayat saja maka dia telah kafir kepada Allah Swt. Tukang ramal, dukun dan paranormal mendapat berita dari setan yang mencuri berita dari langit kemudian dibumbui dengan banyak kedustaan. Dan tidaklah para dukun tersebut mendapatkan berita dari setan kecuali jika mereka bertakarrub kepada setan dan menjadi budak setan dan hal ini merupakan Syirik Akbar yang mengeluarkan pelakunya dari Islam.

Memasukkan Dukun ke Dalam Rumah ?!

Alhamdulillah, tentunya di kalangan kaum muslimin masih ada yang sadar akan hal ini dan tidak mau mendatangi dukun. Namun begitu masih banyak pula yang bukan hanya datang ke dukun, tetapi malah mendatangkan dukun sementara mereka tidak sadar. Kini lihatlah koran - koran atau majalah - majalah. Banyak sekali atau kalau tidak mau dikatakan sebagian besar dihiasi dengan rubrik ramalan bintang. Maka bagi yang mengerti tauhid dengan benar, mereka dapat mengetahui bahwa hal ini termasuk syirik dan menjauhinya. Namun jika tidak, maka seperti kebanyakan kaum muslimin yang secara tidak sadar bahwa telah memasukkan dukun dalam bentuk ramalan bintang kedalam rumah - rumah mereka. Maka hukumnya sama sebagaimana jika seseorang mendatangi ke dukun.

Bahkan bahaya ini lebih besar bagi umat ini, karena keluarga kita jika membaca tentang ramalan bintang kemudian mempercayainya maka kita telah menjerumuskan keluarga kita ke dalam salah satu bentuk kesyirikan. Oleh karena itu, sudah seharusnya bagi kita yang sadar akan kebobrokan besar ini berusaha untuk memperbaiki umat ini dengan mendakwahkan tauhid dan memperingatkan umat dari bahaya kesyirikan. Dan dakwah terhadap tauhid ini merupakan dakwahnya semua rosul, sebagaimana firman Allah Swt yang artinya, "Dan sungguh kami telah mengutus kepada setiap kaum seorang rosul yang menyerukan kepada mereka "Sembahlah Allah Ta'alla dan jauhilah thogut." ( An Nahl: 36 ). Maka jika kita ingin meniru Rasulullah, maka tentunya kita akan memulai dakwah dengan tauhid dan menjelaskan segala bentuk kesyirikan kepada manusia.


Hukum Bertanya Kepada Dukun

Bertanya kepada dukun berbeda hukumnya sesuai dengan tujuannya, yaitu:

1. Bertanya dengan maksud iseng maka haram. Meski dia tidak membenarkan jawabannya.

2. Bertanya dengan maksud ingin membenarkan jawabannya maka hukumnya haram dan tidak diterima sholatnya selama 40 hari. Rosulullah bersabda "Barang siapa mendatangi tukang ramal lalu menanyakan kepadanya tentang sesuatu perkara dan dia mempercayainya, maka sholatnya tidak di terima selama 40 hari." ( HR. Muslim )

3. Bertanya karena memiliki keyakinan bahwa dukun mengetahui ilmu ghaib secara mutlak maka hukumnya Kufur Akbar.

4. Bertanya untuk mengujinya apakah dia orang yang jujur atau pendusta bukan untuk mengambil jawabannya, hukumnya boleh.

5. Bertanya dalam rangka menunjukkan kedustaannya, ketidakmampuannya, dan mengingkarinya, maka hal tersebut dituntut atau bahkan wajib.

Oleh karena itulah kita memohon kepada Allah Swt agar kita di berikan ilmu yang dapat menghalangi kita dari terjerumus kedalam kesyirikan.

Realita Kehidupan

Ada sebuah realita kehidupan, yang bagus dijadikan acuan, agar kita tak mudah menyalahkan diri sendiri dan menganggap orang lain itu lebih baik dalam segala hal dari kita. Yang pasti, Tuhan menciptakan umat-Nya di awali dengan niat kesempurnaan, lalu jika tak lagi menjadi sesempurna kita di hadapan Sang Pencipta, itu adalah karena kita kembali tak menyukai rasa bersyukur dan mencoba belajar menerima sesuatu dengan ikhlas. Semoga menjadikan hikmah.

Saat aku melompat dari gedung..




Kulihat pasangan yang kutahu saling mencintai di lantai 10 sedang bertengkar dan saling memukul.





Kulihat Peter yang biasanya kuat dan tabah sedang menangis di lantai 9





Di lantai 8 Ah Mei memergoki tunangannya sedang bercinta dengan sahabatnya.





Di lantai 7 Novi sedang minum obat anti depresi.





Di lantai 6 Heng yang pengangguran terus membeli 7 koran untuk mencari lowongan kerja tiap hari





Di lantai 5 Mr. Wong yang sangat dihormati publik sedang mencoba baju dalam istrinya





Di lantai 4 Rosa bertengkar lagi dengan pacarnya.





Di lantai 3 Pak Tua sedang mengharapkan seseorang datang mengunjunginya





Di lantai 2 Lily sedang memandangi foto suaminya yang sudah meninggal 6 bulan lalu





Sebelum aku melompat dari gedung, kupikir aku orang yang paling malang





Sekarang aku sadar bahwa setiap orang punya masalah dan kekuatirannya sendiri





Setelah kulihat semuanya itu, aku tersadar bahwa ternyata keadaanku sebenarnya tidak begitu buruk





Semua orang yang kulihat tadi sekarang sedang melihat aku…


Kurasa setelah mereka melihatku sekarang, mungkin mereka merasa bahwa situasi mereka sama sekali tidak buruk.

"Be grateful for whoever you are….coz if u compare it to others, u’ll be suprised of their secret life "

"Bersyukurlah atas dirimu apa adanya, karena bila kamu membandingkan dengan orang lain, kamu akan “terkejut” dengan rahasia hidup mereka"

Dan..

Cintailah dirimu, walaupun seberapa berat masalah yang menimpamu. Kamu tetaplah berharga di mata - Nya. dan kamu bisa menjadi alat yang dipakai - Nya, untuk memberikan manfaat bagi umat manusia. Kamu bisa menjadi sumber inspirasi bagi mereka yang membutuhkannya. Salam.

Jumat, 01 Juli 2011

Restu Bumi

Restu bumi ada, itulah tanda alam percaya pada kita, kita akan menjaganya. Insya Allah. Ada satu kalimat bijak dan bisa di jadikan acuan dan ingatan tentang alam bagi kita semua.

Ketika engkau sering berteriak dan menangis karena disakiti oleh cinta,tak kah kau sadar bahwa alam dan hutan ini juga berteriak mengerang karena kau sakiti? Betapa engkau telah merusaknya dengan bermacam alasan yang kadang tak masuk akal. Jangan mengeluh saat alam membalas,dengan amukannya yang tak pandang bulu karena terlalu dalam sakitnya.

Cobalah kita sabar menunggu restu dari bumi, agar tak hanya lelah yang kita temui di dalam alam terbuka, tetapi juga cinta yang tak kunjung padam dan akan mudah merindukan alam. Ketahui batasan diri, agar selamat tetap menanti saat kita pulang kembali. Karena, banyak orang masih bertanya - tanya,” Apa sih enaknya naik gunung?” Badan capai, dingin, lapar, dan bisa mati juga. Seperti orang kurang kerjaan saja. Tapi, sebenarnya kalau kita tahu trik - trik dalam pendakian gunung. Kegiatan ini ternyata bisa juga dinikmati dan aman - aman saja selama kita tahu batas kemampuan diri sendiri.

Sabar menanti restu bumi, adalah tindakan bijaksana sebagai petualang sejati.

Selasa, 28 Juni 2011

Jadilah Pendaki Profesional

Jadilah pendaki profesional agar memberi contoh yang layak diteladani oleh pendaki lain. Misi yang terlihat sulit, tetapi akan mudah jika kita tahu cara melakukannya. Bahkan sangatlah sederhana agar kita menjadi pendaki yang terlihat profesional. Sengaja tak menyebut sebagai pecinta alam, karena yang terjadi selama ini, pendaki gunung disamakan dengan nama pecinta alam. Sesungguhnya berbeda dengan dua nama julukan tersebut.


Kesenangan mendaki gunung memang tiada duanya. Sekali mendaki gunung, selanjutnya bisa membuat ketagihan. Diluar resiko - resiko berat yang terjadi selama proses mendaki gunung, kegiatan ini tetap menjadi favorit siapa saja yang menyukai tantangan. Tantangan berarti siap dengan segala resikonya. Seperti cedera, lelah bahkan kehilangan nyawa sekalipun.

Mendaki gunung memberikan sensasi banyak hal, dari mulai hal yang sangat filosofis, seperti menyadarkan betapa kecilnya manusia dalam ciptaan Tuhan, hingga permasalahan pragmatis seperti naik gunung yah sekedar naik gunung saja, memuaskan hasrat kepenasaran akan sebuah gunung tinggi.

Cukupkah itu untuk menjadikan kita pendaki profesional? Belum tentunya. Agar menjadi pendaki profesional, mulailah dari hal kecil dan sepele yang terkadang banyak yang ngotot melupakannya. Yakni, setiap kali kita ingin menggapai puncak gunung, bawalah barang yang hanya diperlukan saja. Banyak pendaki sekarang ini membawa barang yang merepotkan, bahkan hampir tak ada hubungannya dengan misi pendakian gunung. Misalnya membawa boneka beruang yang besarnya melebihi sang pendaki, dengan alasan, untuk berfoto di puncak gunung, agar di nilai hebat dan aneh pendakiannya.

Ada sebuah cerita:

Sekelompok pendaki bersiap - siap untuk mendaki ke puncak Gunung Slamet. Pada sore hari sebelum pendakian seorang pemandu senior membuat persyaratan untuk keberhasilan pendakian. Dia berkata "Supaya bisa mencapai puncak, kalian harus membawa hanya perlengkapan yang di perlukan untuk mendaki. Kalian harus meninggalkan peralatan yang tidak perlu. Ini pendakian yang sangat sulit.

Seorang pemuda bernama Herman tidak sependapat, dan keesokan paginya muncul dengan sehelai selimut , beberapa potong keju besar, sebotol anggur, sepasang kamera dengan beberapa lensa tergantung pada lehernya, dan beberapa batang coklat. Pemandu berkata " Anda tidak akan berhasil dengan itu. Anda hanya bisa membawa hanaya kebutuhan yang pokok sekali agar berhasil mendaki"

Tetapi Herman ngotot, Herman berangkat sendiri di depan kelompok untuk membuktikan kepada mereka bahwa dia bisa melakukanya. Kelompok kemudian menyusul dibawah pengarahan pemandu, masing - masing hanya membawa yang perlu saja. Dalam pendakian ke puncak, mereka mulai memperhatikan benda yang di tinggalkan seseorang di sepanjang jalan .Mula - mula mereka menemukan sehelai selimut, beberapa potong keju, sebotol anggur, perlengkapan kamera dan beberapa batang coklat. Akhirnya setelah sampai ke puncak,mereka menemukan Herman. Dengan bijaksana sepanjang jalan, Herman membuang semua yang tak diperlukan.

Dia yang mencari satu hal, dan hanya satu hal, bisa berharap akan mancapainya sebelum ajal. Tetapi dia yang mencari SEGALA hal kemanapun dia pergi harus menuai di sekelilingnya apa yang disebarnya sendiri panen penyesalan yang hampa sekali.


Yang patut dipertimbangkan sewaktu naik gunung selain persiapan fisik dan mental juga logistik dan perlengkapan penunjang lainnya seperti, tenda untuk menginap, sleeping bag, Jas hujan, baju hangat dan baju ganti serta makanan penunjang. Ini menjadi sangat penting karena naik gunung harus membawa perlengkapan ekstra safety agar selama perjalanan tidak terjadi hal - hal yang tidak diinginkan.

Bisa saja mendaki gunung seadanya tanpa harus repot - repot membawa perlengkapan. Cukup baju yang melekat ke tubuh dan beberapa perbekalan lainnya yang tidak begitu banyak. Tetapi tahukah anda, bahwa mendaki gunung itu penuh dengan resiko bahaya yang mengancam jiwa?. Sudah banyak kejadian pendaki gunung yang tewas karena kekurangan logistik dan persiapan yang tidak matang. Bagaimana mungkin mendaki gunung seadanya.

Tetapi jika dipikir kembali, mendaki gunung itu berarti menempuh perjalanan panjang yang menanjak. Logika normalnya, jika perjalanan menanjak maka beban yang ada di badan kita harus dilepaskan satu persatu hingga akhirnya badan kita menjadi ringan. Ringan berarti perjalanan lancar. Tapi, itu logika pada umumnya bahwa menanjak atau mendaki berarti beban kita harus dikurangi agar perjalanan lancar.

Logika pada umumnya itu akan menjadi terbalik ketika mendaki gunung. Semakin banyak perlengkapan safety kita berarti semakin berat beban kita, tetapi semakin ringan kita ketika menerima bahaya sewaktu - waktu. Misalnya badai dingin malam hari, bagi yang membawa persediaan baju hangat dan sleeping bag akan terasa lebih ringan dibandingkan dengan pendaki yang membawa sarung sekedarnya saja. Atau ketika perut menagih makanan, bagi mereka yang membawa logistik banyak akan terasa ringan karena tinggal ambil dari persediaan. Sementara bagi mereka yang membawa seadanya, tanggung resiko jika kelaparan. Anda akan berat berada di alam terbuka tanpa persediaan logistik yang memadai.


Jadi, mending berat membawa perlengkapan safety serta persediaan logistik yang memadai tetapi akan menjadi ringan ketika sudah berada di alam terbuka, daripada ringan karena membawa perlengkapan seadanya dan logistik semaunya tetapi akan menjadi berat ketika sudah berada di alam terbuka. Mendaki gunung penuh dengan resiko yang mengancam setiap saat. Persiapkan matang - matang perlengkapan, logistik makanan, serta fisik dan mental sebelum melakukan pendakian gunung. Persiapan yang bagus akan mendukung kegiatan pendakian dengan lancar.

Pada intinya, ingatlah susah di masa senang, ingatlah sakit dikala sehat. Bawalah hal yang diperlukan saja, daripada membebani dengan barang - barang yang percuma di pendakian anda. Dengan begitu, anda akan terlihat profesional selain menguasai medan yang anda tempuh. Selamat menjadi pendaki profesional.

Kamis, 23 Juni 2011

Puncak Bukan Segalanya

Puncak gunung, selama ini bagi para penggiat alam bebas pendaki gunung merupakan tujuan akhir dari apa yang di lakukan yang di awali dari niat dan impian. Jadi, jika kita mendaki tingginya gunung, tak akan "syah" dimata para petualang gunung lain, bila kita tak sampai bisa menggapai puncak. Sehingga apapun caranya dan bagaimanapun keadaannya, kita selalu berusaha mencapai puncak tertinggi dari gunung yang kita daki.


Tetapi benarkah syah dan tidaknya pendaki gunung jika telah bisa menggapai puncak tertinggi dari gunung yang di daki? Hanya sesederhana itu? Ada sebuah cerita dari sebuah novel Jepang.

Ada yang berpetuah bahwa hidup ini bagaikan mendaki gunung. Orang yang sukses otomatis adalah mereka yang mampu mencapai ketinggian gunung tersebut. Dan ini menjadi ukuran kesuksesan seseorang. Tapi petuah itu tidak berlaku bagi Hideyoshi, tokoh dalam novel Eiji Yoshikawa, Taiko.

Tujuan hidup ini adalah bukan mencapai puncak ketinggian. Ukuran kesuksesan bukan ketika berada pada puncak gunung. Tujuan hidup adalah menyadari kenikmatan. Dan kenikmatan itu ditemukan dalam perjalanan menuju puncak tertinggi, saat melintasi jurang, saat mendaki tebing terjal, saat terjebak di tengah hutan, saat terancam binatang buas. Lalu, dimanakah kenikmatannya?

Kenikmatannya adalah saat kita bisa menyelesaikan permasalahan itu. Saat kita mampu melindungi diri dari ancaman. Jadi tujuan hidup itu adalah menginsyafi pergulatan hidup itu sendiri.

Mari kita mengambil metode seperti kronikel, bahwa selembar photo dan sertifikat yang sering menjadi acuan sebagai bukti pendakian kita adalah simbolik, tetapi tidak menunjukkan peristiwa itu sendiri. Proses pendakian yang lebih dalam, pernik dan krisis pendakian sebuah tim dipandang dari urutan awal hingga akhir. Hal ini akan membuat kita lebih mudah sadar dan mengerti, setiap pendakian gunung dimana saja, janganlah dipandang sebuah hasil akhir saja. Tetapi harus dilihat adanya proses panjang yang menentukan seorang pendaki itu adalah pendaki yang sebenarnya. Jadi, tak salah bila kami menyebut: Puncak Bukan Segalanya.

Cara Menghilangkan Sombong

Sombong adalah satu watak manusia yang bisa ada karena berbagai hal. Bisa karena harta benda, kehebatan sebagai individu, kepandaian dan lain sebab. Kemudian pertanyaannya? Pantaskah dengan segala kelebihan itu kemudian kita sombong? Pasti banyak yang akan menjawab spontan: Tidak! Dan juga banyak yang tak memiliki jawaban. Karena perlu mengulang rasa, sombongkah aku?
Lalu, bagaimana membuang rasa sombong yang telah tertanam di hati dan pikiran kita? Cobalah di saat sendiri, keluar dari rumah, kemudian lihat luasnya tempat yang kita tinggali, bisa desa maupun kota. Rumah kita ternyata tiada apa - apanya dibandingkan dengan luasnya daerah kita. Kemudian, perluas pengetahuan kita, lalu rasakan kita tinggal di satu negara yang luasnya teramat luas dibandingkan dengan kota atau desa tempat kita tinggal. Disana beraneka ragam dan jutaan manusia ada. Untuk apa kita sombong?
Setelah itu kemudian rasakan kita hidup dan tinggal di bumi ini yang maha luas, dibandingkan dengan rumah kita, kota kita, bahkan negara kita. Milyaran manusia ada dengan segala aneka sifat dan kehidupannya. Kita hanyalah bagian kecil dari milyaran jumlah manusia di bumi ini. Untuk apa kita sombong?

Kemudian, perluas lagi pengetahuan kita, di luar sana, di luar bumi ada ribuan bintang dan galaksi, perkecil dengan galaksi tempat bumi berada, yakni Galaksi Bima Sakti. Di galaksi Bima Sakti ada ratusan juta bintang dan planet. Termasuk yang kita kenal sehari - hari, adalah Matahari dan Bulan serta planet - planet lain pendukungnya.

Pertama - tama marilah kita bandingkan seberapa besar planet Bumi yang kita tinggali ini dengan planet - planet lain. Kalau planet Bumi dibandingkan dengan planet-planet seperti Venus, Mars, Mercuri, dan Pluto, maka planet Bumi ini cukup besar. Jika ibaratnya besarnya Pluto adalah sebesar kelereng, maka bumi ini kurang lebih sebesar bola tennis. Tetapi jika dibandingkan dengan planet - planet seperti Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus, bumi ini akan terlihat sangat kecil. Kalau Jupiter sebesar bola sepak, maka Bumi ini hanya sebesar kelereng.

Kemudian jika planet - planet yang lebih besar dari planet Bumi tersebut dibandingkan dengan Matahari, maka planet - planet tersebut terlihat sangat kecil. Jika Matahari sebesar bola sepak, maka Jupiter hanya sebesar kelereng dan bumi akan terlihat seperti “titik” dalam matahari tersebut. Jadi matahari yang merupakan bintang terdekat dengan bumi ini ukurannya besar sekali. Itu baru membandingkan bumi dengan planet lain dan matahari. Selanjutnya jika kita bandingkan lagi besarnya Matahari dengan benda - benda angkasa lain yang berhasil diamati, akan terlihat bahwa matahari ini sangat kecil.

Matahari akan terlihat seperti kelereng jika dibandingkan dengan benda angkasa bernama Arcturus yang diumpamakan sebesar bola sepak. Lalu, Arcturus itu sendiri akan terlihat sebesar kelereng kalau dibandingkan dengan benda angkasa bernama Antares yang diumpakan sebesar bola sepak. Itu baru benda - benda angkasa disekitar kita ( yang berhasil diamati manusia ). Padahal di alam semesta ini ada banyak galaksi yang merupakan kumpulan jutaan bintang - bintang yang bertebaran di alam semesta ini. Bumi, planet lain dan matahari merupakan salah satu bagian dari sebuah galaksi.


Singkatnya, karena Allah Swt menciptakan alam semesta ini, tentu Dia lebih besar dari alam semesta ini. Masih berani berlaku sombongkah kita setelah mengetahui betapa kecil diri kita ini dan betapa Maha Besar Allah Swt pencipta alam semesta ini. Kita tidak bisa membayangkan begitu besarnya Allah Swt karena alam semesta ciptaanNya begitu kecil bagiNya. Maka tiada kata yang lebih tepat selain mengucapkan “Allahu Akbar”, Allah Maha Maha besar.

Manjadi Leader Sejati

Menjadi leader sejati haruslah menjadi seorang pembelajar. Bila anda berhenti belajar, anda berhenti memimpin. Seluruh hidupnya, seorang leader terus membina dirinya lewat bacaan, pergaulan dan lingkungannya. Anda yang sekarang ini akan tetap sama dengan anda lima tahun kedepan, kecuali anda mau merubah apa yang anda baca dan dengan siapa anda bergaul.

L: Learner. Anda harus secara sengaja membawa diri anda ke dalam lingkungan yang akan membangun anda lewat bacaan dan pergaulan anda. Bacaan apa yang anda baca selama ini? Dengan siapa saja anda bergaul selama ini? You stop learning means you stop leading.



You choose your own enviroment. Pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik. Jika anda bergaul dengan seorang yang suka marah, anda juga akan terbiasa dengan sikapnya dan tidak lama kemudian anda juga menjadi pemarah. Jika anda bergaul dengan orang bijak, lambat laun prinsip - prinsip hidup orang tersebut akan masuk ke dalam hidup anda dan menjadikan anda bijak. Jika anda bergaul dengan pengusaha-pengusaha sukses, anda pun akan terbawa kepada cara berpikir dan kebiasaan yang menjadikan mereka sukses.

E: Excellent. Suka atau tidak, seorang leader akan menjadi patokan, ukuran tindakan bagi pengikutnya. You are the pace setter. Anda yang menentukan ukuran, benchmark bagi pengikut anda. Jika anda tidak menetapkan standar yang tinggi, jangan berharap pengikut anda akan punya standar kerja yang tinggi juga. Jika anda selalu terlambat tiba di tempat pekerjaan, anak buah anda juga akan terlambat tiba di tempat pekerjaan. Jika anda sering berbohong kepada customer anda, karyawan anda juga akan ikut melakukannya. Jika anda selalu mencurigai karyawan anda, perusahaan tempat anda bekerja akan menjadi tegang dan kering karena semua orang saling curiga terhadap temannya. Manajemen salah satu hotel terkenal mempunyai prinsip untuk menghargai dan memperhatikan karyawannya dengan baik. Akibatnya, semua karyawannya juga mempunyai spirit yang sama terhadap para pelanggan. Dengan sendirinya pelanggan hotel tersebut menjadi betah dan senang untuk selalu menginap di hotel tersebut. Apa yang anda buat akan ditiru dan diduplikasi oleh pengikut anda. Itu sebabnya, sebagai leader anda harus punya excellent spirit, semangat untuk mengejar dan menghasilkan yang terbaik.

A – Attitude. Attitude determines altitude. Sikap anda di dalam kehidupan ini akan menentukan sejauh mana anda mengalami kemajuan. Banyak hal yang terjadi di luar kendali anda, tetapi anda yang menentukan bagaimana anda harus bersikap. Anda tidak bisa mengendalikan hujan, tetapi anda yang menentukan sikap anda. Anda bisa jengkel karena hujan, anda juga bisa bersukacita karena hujan. Anda bisa menganggap setiap tantangan yang anda hadapi sebagai penghalang, anda juga bisa menganggap tantangan tersebut menjadi peluang untuk anda maju.

Aptitude opens the door, but attitude determines how wide and how long it will be. Talenta atau keahlian anda akan membuka peluang baru bagi anda, tetapi sikap andalah yang akan menentukan sejauh mana anda bisa berkembang di tempat tersebut. Seringkali keberhasilan seseorang ditentukan oleh sikapnya dalam menghadapi persoalan.

D - Dreamer. Salah satu hal yang membedakan leader dari para pengikutnya adalah kemampuannya untuk melihat jauh ke depan. Seorang leader adalah seorang dreamer. Leader sees the unseen and translates it to his followers. Kemampuan untuk melihat sasaran yang jauh di depan dan belum terlihat oleh mata jasmani dan kemudian mengubahnya menjadi langkah - langkah praktis untuk mencapainya merupakan keahlian yang perlu terus dikembangkan. Beberapa leader membutuhkan bantuan orang lain untuk bisa menterjemahkan mimpinya menjadi langkah - langkah praktis yang harus dilakukan. Walaupun demikian, kemampuan untuk bermimpi, untuk melihat hal - hal yang ingin dicapai di masa mendatang harusnya menjadi bagian sang pemimpin.

E – Encourager. Untuk mengembangkan kemampuan leadership anda juga harus menjadi seorang encourager, bukan discourager. Ketika anak buah anda melakukan kesalahan, ia sudah merasa tertuduh. Pada saat seperti itu, seringkali yang dibutuhkan adalah dorongan semangat baru agar ia tidak putus asa. Be a person of solutions oriented instead of faults finding oriented. Lebih baik berfokus pada solusi daripada berusaha untuk mencari kambing hitam.
R – Responsible. Seorang leader berani mengambil tanggung jawab. Anda tidak melemparkan tanggung jawab kepada orang lain, apalagi kepada anak buah anda, sebaliknya anda memikul tanggung jawab sekalipun anak buah anda yang membuat kesalahan. Sebagai leader, seharusnya anda tidak menyalahkan anak buah anda di hadapan orang lain karena itu hanya menunjukkan kelemahan anda sebagai leader.

Salah seorang pemimpin dunia meletakkan tulisan di meja kerjanya, "The buck stops here" - semua tanggung jawab berakhir di meja ini - untuk selalu mengingatkan dirinya bahwa dialah yang bertanggung jawab atas prestasi dan hasil kerja anak buahnya.