Restu bumi ada, itulah tanda alam percaya pada kita, kita akan menjaganya. Insya Allah. Ada satu kalimat bijak dan bisa di jadikan acuan dan ingatan tentang alam bagi kita semua.
Ketika engkau sering berteriak dan menangis karena disakiti oleh cinta,tak kah kau sadar bahwa alam dan hutan ini juga berteriak mengerang karena kau sakiti? Betapa engkau telah merusaknya dengan bermacam alasan yang kadang tak masuk akal. Jangan mengeluh saat alam membalas,dengan amukannya yang tak pandang bulu karena terlalu dalam sakitnya.
Cobalah kita sabar menunggu restu dari bumi, agar tak hanya lelah yang kita temui di dalam alam terbuka, tetapi juga cinta yang tak kunjung padam dan akan mudah merindukan alam. Ketahui batasan diri, agar selamat tetap menanti saat kita pulang kembali. Karena, banyak orang masih bertanya - tanya,” Apa sih enaknya naik gunung?” Badan capai, dingin, lapar, dan bisa mati juga. Seperti orang kurang kerjaan saja. Tapi, sebenarnya kalau kita tahu trik - trik dalam pendakian gunung. Kegiatan ini ternyata bisa juga dinikmati dan aman - aman saja selama kita tahu batas kemampuan diri sendiri.
Sabar menanti restu bumi, adalah tindakan bijaksana sebagai petualang sejati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
monggo monggo di kasih koment eew nggeh