Malaikat membuka amanat kiamat dalam kumandang ayat
disebuah lembah keramat tak beralamat
bangkai raga atau mayat mayat berserak
menjaga dendam kesumat mengakhiri hayat
menggumam siapa dilaknat dan terlaknat
Aroma anyir darah padat menyengat
luka luka menganga
teriakan menyayat
kalimat taubat mendengung kuat
Tapi mangkat adalah waktu singkat
duka menaburi duka
luka menangisi luka
luruhkan ego, bersikukuh angkuh
tinggalkan hingar bingar bumi tak bertanya harkat
tanah yang terangkat, membelah menelan
tanah yang hancur terpanggang bara
Matahari mengusung bakar memanggul gusar
langit mendekat mencakar terbangkan ruh ruh
yang enggan tinggalkan raga yang membusuk…..
Bumi bulat pepat tak lagi memilih poros meminang waktu
Bulan tak lagi memilih malam tuk singgah
lembah keramat hanyalah bayang bayang tempat kita menunggu kedahsyatan kiamat….
lalu kita kita bungkam menunggu semua laku bicara lantang bersaksi ..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
monggo monggo di kasih koment eew nggeh